Langsung ke konten utama

Reuni Akbar 212 Membuat Takjub Bangsa-Bangsa Islam Di Dunia



Tulisan Syaikh Mahmud Sayyid (Mesir) terkait Reuni 212:

“Kalaulah kaum muslimin pergi ke Arofah untuk melaksanakan syiar Allah, maka orang Indonesia keluar ke lapangan ibu kota mereka untuk meninggikan kalimat Allah. Indonesia di hatiku sampai aku mati.”

(Syaikh Mahmud Sayyid)

Masya Allah, Subhanallah Wabihamdih..

Pembawa Kejayaan Akhir Zaman akan Datang dari Arah Timur.

Syaikh Dr.

Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina, saat berkunjung ke Indonesia -seperti diututurkan oleh Ustadz Salim A Fillah- mengabarkan bahwa kejayaan akhri zaman akan datang dari arah timur.

“Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maroko sampai Merauke.”

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Indonesia. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam,” ujar beliau.
[portalislam]

Komentar

Postingan Populer

8 Pintu Surga Memanggil Abu Bakar

Setiap orang tahu, kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Walaupun.. tidak setiap orang menyadarinya. Akhir hayat yang indah selalu jadi dambaan. Walaupun.. yang mendambakan kadang tidak mengusahakan. Dan kita semua menginginkan surge. Tahukah Anda bagaimana gambaran surga itu? Surga selalu jadi cerita indah. Penghuninya duduk-duduk di dipan bertahtakan emas. Bertelekan berpandangan dengan kekasih. Mereka dilayani anak-anak muda; membawa gelas, cerek, dan minuman dari sungai-sungainya. Buah-buahannya landai mendekat. Daging-daging jadi hidangan lezat untuk disantap. Kekasih mereka adalah bidadari yang terjaga. Bagaikan intan dan mutiara. Usia bidadari itu sebaya dan penuh cinta. Di dunia manusia lelah dengan pertengkaran dan keributan. Alangkah damainya surga, karena para penghuninya tidak pernah mendengar ucapan yang sia-sia. Tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Di surga, ada pohon bidara tak berduri. Dan pohon pisang yang buahnya tersusun rapi. Ada naungan yang terbentang lua...