Langsung ke konten utama

Godaan Iblis Ketika Manusia Tidur

Manusia harus tidur agar bisa beribadah kepada Allah SWT. Selain tidur, manusia juga harus makan dan minum agar tubuh kuat menggerakkan kakinya untuk menuju ke rumah Allah.

Ketahuilah bahwa Iblis itu paling suka dengan teramat sangat dengan manusia yang suka memperpanjang tidurnya. Kenapa? Ya karena memang misi sejati Iblis adalah untuk menyesatkan manusia.

Apa saja yang dilakukan iblis ketika manusi tidur?

Berikut Kisahnya



Dalam sebuah riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW pada suatu hari mengethahui ada seorang pemuda yang gemar sekali tidur.

Pemuda ini selalu saja memperbanyak tidurnya sehingga ia banyak meninggalkan ibadah kepada Allah SWT. Diamatinya penuda tersebut, dan benar, ternyata dia tidur sepanjang malam hingga subuh, tidak shalat malam lagi.

Rasulullah SAW kemudian memberi nasehat kepada para sahabatnya. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya pemuda itu telah dikencingi setan di kedua telinganya."


Tiga Ikatan di Kepala


Dalam riwayat lainnya, juga diceritakan bahwa setan selalu memberikan tiga ikatan di kepala orang yang sedang tidur. Ketiga ikatan tersebut fungsinya adalah agar orang yang sedang tidur menjadi terlelap sehingga banyak meninggalkan ibadah.

Jika orang tersebut bangun, kemudia mengingat Allah SWT, maka lepaslah satu ikatan. Dan jika ia bangkit dan mengambil air wudhu, maka lepaslah satu ikatan yang kedua.

Jika orang tersebut berdiri dan melakukan shalat, maka lepaslah semua ikatan yang ada di kepalanya. Dan pada pagi harinya ia akan terlihat giat serta berseri-seri.





Namun jika ketiga ikatan tersebut tidak terlepas, maka pada pagi harinya ia akan terlihat kusut dan bermalas-malasan.

Sungguh Iblis sangat serius melelapkan setiap manusia dalam tidur yang panjang. Bahkan iblis memiliki anak buah khusus untuk menjalankan misi yang satu ini.

Anak buah iblis yang khusus untuk melelapkan tidurnya manusia tersebut bernama setan Haz. Setan Haz mengepalai tugas ini dan dibantu oleh anak buahnya.

Tiap malam setan Haz bekerja tak pernah lelah dengan mengelilingi dunia dari barat hingga ke timur demi mendatangi setiap orang yang tidur sembari membisikkan rayuan maut.

"Tenanglah...tenanglah...malam masih panjang, tidurlah lagi..., "kata setan Haz.

Membentengi Diri


Tapi jangan khawatir, karena agama Islam telah memberitahukan kepada umatnya. Islam memiliki cara dan trik khusus agar terhindar dari godaan setan ketika tidur.

1. Yang pertama adalah dengan berwudhu sebelum tidur.

Imam Al Ghazali dalam kitabnya Maraqiy Al Ubudiyyah disebutkan bahwa barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka ia akan ditunggui malaikat di atas kepalanya.

Apabila ia terbangun dari tidurnya, malaikat itu akan berdoa agar Allah SWT memberikan ampunan kepada hambaNya yang tidur dalam keadaan suci tersebut.

2. Kedua, jangan lupa membaca doa sebelum tidur.

Karena barangsiapa yang membaca doa sebelum tidur, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.


Bacalah,

"La hawla wala quwwata illa billah al 'aliyyil 'adzim, wa shallallahu 'alamuhammadin wa alihi"

Sebab dalam tafsir Al Mansub Ilayh dikisahkan,barangsiap yang berlindung kepada Allah SWT dengan membaca kalimat tersebut, maka para setan akan lari dan melapor kepada Iblis.


Iblis pun kebingungan dalam menggodanya. Ketika Iblis berani mencoba orang yang membaca kalimat tersebut, maka segera saja Allah SWT memerintah malaikat-malaikatnya dalam jumlah ribuan untuk menghadang dan menghalang Iblis.

Para malaikat Allah tersebut dilengkapi dengan senjata super lengkap seperti kuda api, pedang panah dan sebagainya. Semuanya senjata tersebut berasal dari api untuk memerangi Iblis.

Luka Iblis Kapan Bisa Sembuh


Karena dihajar bala tentara malaikat, tak pelak, iblis kalah telak. Para setan ditangkap dan Iblis ditinggalkan dengan penuh luka di sekujur tubuhnya.

Ketahuilah bahwa luka iblis ini akan selalu menetap, kecuali orang yang membaca kalimat di atas melakukan maksiat. Setelah orang tidur tadi melakukan maksiat, maka luka iblis akan berangsur sembuh.

Ketika orang tersebut melakukan maksiat sekali saja, maka tentara iblis berbondong-bondong menggoda agar tetap melakukan maksiat sambil menaiki punggung orang teresebut.

Jika iblis atau setan berhasil menjerumuskan manusia untuk berbuat dosa, maka mereka akan lari sambil tertawa riang penuh kemenangan. Nauzubillah....

Komentar

Postingan Populer

Kisah Al-Habib Muhammad Bin Salim bin Hafizh

Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abu Bakar bin 'Aydrus bin 'Umar bin 'Aydrus bin 'Umar bin Abu Bakar bin 'Aydrus bin Husein bin As-Syekh Al Kabir Al-Qutb As-Syahir Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman As-segaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shohibud Dark bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bi...

JULAIBIB RADHIYALLAHU ANHU (IA MEMILIH BERJIHAD DAN MERINDUKAN SYAHID)

“Sami’na wa`atha’na”, itulah sikap seorang mukmin ketika sampai kepadanya perintah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Sikap ini sebagai bukti keimanannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sebagai bukti kecintaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Memang demikianlah, menjadi keharusan bagi seseorang yang telah bersaksi Muhammad adalah utusan Allah untuk menerima segala yang telah menjadi keputusan Rasulullah. Tidak ada lagi pilihan bagi dirinya, kecuali harus tunduk dan patuh, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan kecuali dalam perintah tersebut mengandung banyak hikmah. Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang, kecuali dalam larangan itu terdapat bahaya besar. Sikap taat, tunduk dan patuh itu selalu menghiasi para sahabat Rasulullah yang merupakan satu generasi terdidik di bawah naungan cahaya Nubuwwah. Generasi yang dipuji oleh Allah dan yang terpilih untuk menemani, serta mendukung dakwah Rasulullah Shalla...

8 Pintu Surga Memanggil Abu Bakar

Setiap orang tahu, kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Walaupun.. tidak setiap orang menyadarinya. Akhir hayat yang indah selalu jadi dambaan. Walaupun.. yang mendambakan kadang tidak mengusahakan. Dan kita semua menginginkan surge. Tahukah Anda bagaimana gambaran surga itu? Surga selalu jadi cerita indah. Penghuninya duduk-duduk di dipan bertahtakan emas. Bertelekan berpandangan dengan kekasih. Mereka dilayani anak-anak muda; membawa gelas, cerek, dan minuman dari sungai-sungainya. Buah-buahannya landai mendekat. Daging-daging jadi hidangan lezat untuk disantap. Kekasih mereka adalah bidadari yang terjaga. Bagaikan intan dan mutiara. Usia bidadari itu sebaya dan penuh cinta. Di dunia manusia lelah dengan pertengkaran dan keributan. Alangkah damainya surga, karena para penghuninya tidak pernah mendengar ucapan yang sia-sia. Tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Di surga, ada pohon bidara tak berduri. Dan pohon pisang yang buahnya tersusun rapi. Ada naungan yang terbentang lua...

Kisah Pohon Sahabi Sahabat Yang Menaungi Nabi Muhammad SAW

Sebuah pohon besar nan rimbun berdiri tegak di tengah hamparan gurun pasir di Yordania. Pohon ini bukanlah pohon biasa. Pohon ini dahulu menjadi saksi dan bukti kenabian Muhammad Saw. Di bawah pohon inilah dahulu Nabi Muhammad Saw. pernah berteduh dalam perjalanan niaganya ke Syam. Pohon itu dikenal dengan nama Pohon Sahabi. Pohon ini ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Ammen, Yordania. Pangeran asal Yordania ini menemukan kisah mengenai pohon rindang di tengah gurun itu setelah dirinya mempelajari beberapa catatan dan naskah kuno. Dalam naskah-naskah lama tersebut disebutkan ada sebuah pohon yang terletak di tengah-tengah gurun. Setelah dilakukan penelusuran, yang juga turut dihadiri oleh mufti agung Suriah bernama Syeikh Ahmad Hassoun, dipastikan bahwa pohon yang diceritakan itu tak lain adalah pohon Sahabi. Pohon ini berdiri kokoh sendirian di tengah padang pasir, dimana bahkan di sekelilingnya tak ditumbuhi rumput sedikit pun juga. Selain itu, keistimewaan lainn...

Istri Nabi Nuh Wanita Yang Durhaka

Istri Nabi Nuh Wanita Yang Durhaka ~ Allah swt mengisyaratkan kisah Nabi Nuh as dalam beberapa surah Al-Quran, diantaranya surah Al-A'raf, Yunus, Hud, Al-Anbiya, Al-Mu'minun, Al-Syu'ara, Al-Ankabut, Al-Shaffat, dan Al-Qamar. Bahkan, secara khusus Allah menamai sebuah surah dalam Al-Quran dengan nama Nuh. Hanya, dari sekian banyak ayat yang mengisahkan tentang istri Nabi Nuh, tidak ada satu pun yang menyebutkan secara langsung tentang istri Nabi Nuh, kecuali dalam satu ayat yang terdapat dalam Surah Al-Tahrim. "Allah telah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan hamba yang saleh diantara hamba-hamba Kami. Lalu, kedua istri itu mengkhianati kedua suaminya. Maka, kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah. Dan, dikatakan kepada (keduanya), "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)!" [QS. Al-Tahrim 66 : 10] Ketika Allah mengutus Nabi Nuh as tidak...

Siapa Wali itu ? Dua Pengertian Wali

Sebenarnya siapakah wali itu? Ada dua penjelasan tentang makna wali ini. Contoh wali adalah Sunan Kalijaga, Sunan Bonang dan sebagainya. Adalah Sunan Ampel yang sudah wafat 600 tahunan masih saja banyak pengunjung di rumahnya. Pertama. kata al-wali merupakan bentuk superlatif dari subyek (fa'al), seperti kata al-alim yang bermakna sangat alim dan kata al-qadir bermakna yang sangat berkuasa. Maka kata al-wali bermakna orang yang sangat menjaga ketaatan kepada Allah SWT tanpa tercederai oleh kemaksiatan atau memberi kesempatan pada dirinya untuk berbuat maksiat. Kedua. Kata al-wali merupakan subyek bermakna obyek. Seperti kata al-qatil bermakna terbunuh dan al-jarih bermakna yang terluka. Maka kata al-wali bermakna orang yang dijaga dan dilindungi oleh Allah SWT, dijaga terus menerus dari berbagai macam maksiat dan selamanya mendapat pertolongan Allah SWT untuk selalu berbuat taat. Jadi, menurut para alim ulama, jika ditinjau dari segi etimologis, al-wali berarti yang dekat. Ketika ...