Langsung ke konten utama

Kisah Zaid bin Haritsah, Tak Gentar Menghadapi 200 Ribu Pasukan Romawi

Hasil gambar untuk zaid bin haritsahBanyak sahabat menjalin kedekatan dengan Nabi shallallahu’alahi wa sallam bukan karena faktor nasab, melainkan atas prestasi yang mereka torehkan dalam Islam. Misalnya, Umar ibnu Khattab atas inisiatifnya yang brilian, Abu Dzar atas keteguhannya, Abdurrahman bin Auf  atas pengorbanannya dan Zaid bin Haritsah atas dedikasinya.

Kisah yang akan kita angkat kali ini dari sahabat Zaid bin Haritsah. Beliu memang tidak ada ikatan darah dengan Nabi shallallahu’alahi wa sallam, namun dia hanya seorang anak angkat sebelum hal itu dilarang oleh syariat.

Orangtua Zaid yang sebenarnya yaitu Su’da dan Haritsah bin Syarahil. Konon, Su’da sudah lama ingin mengunjungi kerabatnya di kampung Bani Ma’an. Tapi Haritsah tak bisa mengantarnya, kebetulan ada rombongan pedagang yang melewati kempung bani Ma’an, sehingga ayah Zaid bisa menitipkan istri dan putarenya tersebut.

Ketika Zaid berada di daerah asal ibundanya, ada gerombolan perampok yang menyerbu dengan tiba-tiba, penduduk kampung bani Ma’an tidak berdaya menghadapinya. Harta mereka dirampas, ternak mereka ambil, bahkan sampai anak-anak mereka culik guna untuk dijual dijadikan budak. Malang bagi Zaid, dia dibawa oleh para perampok tadi.
Pertemuan Dengan Rasulullah

Penculik itu membawa Zaid ke pasar Ukaz di Makkah, yaitu Hakim bin Hizam yang membeli Zaid sampai akhirnya Zaid di hadiahkan kepada Khadijah binti Khuwailid. Benar, dialah istri dari baginda Nabi Muhammad shallallahu’alahi wa sallam. Pada akhirnya Khadijah menghadiahkan Zaid kepada beliau Rasulullah.

Nabi Muhammad memerdekakan Zaid, tak hanya itu saja dia juga menjadi anak angkat Rasulullah. Kebaikan dari Rasulullah dan Khadijah membuat Zaid nyaman, karena beliau tidak membedakan antara anak angkat maupun anak kandung.

Zaid dewasa dalam didikan Rasulullah, saat Nabi mulai mendakwahkan Islam, Zaid merupakan angkatan pertama sahabat yang masuk Islam atau biasa disebut dengan assabiqunalawwalun. Saat orang-orang kafir memusuhi Nabi, Zaid dan sahabat-sahabat yang lain melindunginya. Di saat Nabi memerintahkan sesuatu kepada Zaid, beliau pasti mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, sampai-sampai baginda Rasulullah bersabda, “Orang yang aku cintai adalah orang yang telah Allah dan aku beri nikmat.’’ (HR. Ahmad)
Pernikahan Zaid bin Haritsah

Ketika Zaid hijrah ke Madinah, Rasulullah meminangkan Zainab binti Jahsy untuk Zaid. Semula Zainab dan saudara laki-lakinya tidak menyukai perjodohan itu karena menurut mereka bagaimana mungkin seorang gadis cantik dan dihormati menikah dengan mantan budak? Lalu Rasulullah menasehati mereka berdua dan menceritakan kedudukan Zaid di hati beliau, sehingga Allah juga menurunkan ayat yang bunyinya :

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab : 36)

Pada akhirnya Zainab menikah dengan Zaid. Melalui pernikahan itu Rasulullah ingin menghapus tradisi jahiliyah yang membanggakan status sosial, suku dan keturunan. Beliau menekankan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali ketaqwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. Akan tetapi pernikahan ini tidak bertahan lama karena perbedaan mereka yang begitu jauh, Rasulullah sudah menasehati Zaid untuk bersabar, namun pada akhirnya tetap saja pernikahan tersebut kandas.

Setelah Zainab melewati masa iddahnya, Allah memerintahkan Rasulullah menikahinya. Salah satu hikmahnya adalah menghapus tradisi pengangkatan anak yang berlaku pada zaman jahiliyah. Juga untuk meluruskan pemahan keliru tentang anak angkat. Melalui pernikahan itu Allah menjelaskan bahwa ada perbedaan antara anak angkat dan anak kandung. Sedekat apapun anak orangtua dengan anak angkatnya, hukumnya dalam Islam tidaklah sama dengan anak kandung.
Jiwa Kepemimpinan Zaid bin Haritsah

Zaid yang merupakan satu-satunya sahabat yang namanya di sebutkan dalam Al-Qur’an dan bukan dengan kata ganti ini memiliki kelebihan dalam hal kepemimpinan. Ia adalah sahabat yang pandai mengatur strategi perang hingga selalu meraih kemenangan. Sikap itulah yang akhirnya membuat Nabi Muhammad mempercayakan misi-misi penting kepadanya.

Aisyah menceritakan bahwa setiap kali kali Zaid pulang dari sarriyah, tempat pertama yang beliau datangi adalah rumah Nabi. Rasulullah pun langsung memeluknya dan menanyakan kabarnya. Alhamdulillah, berita yang selalu Zaid bawa adalah tentang kemenangan yang Allah berikan kepada pasukannya.

Zaid adalah prajurit yang hebat, hingga Aisyah pernah juga mengatakan,”Setiap Rasulullah mengirimkan suatu pasukan yang disertai oleh Zaid, pastilah ia yang selalu diangkat Nabi menjadi pemimpinya. Seandainya ia masih hidup, tentulah ia akan diangkat sebagai khalifah.”

Pada tahun 8 M orang Romawi membunuh utusan Rasulullah yang bernama Al Harits bin Umair. Rasulullah tidak terima akan hal itu, sehingga beliau menyiapkan pasukan Islam yang akan diberangkatkan menuju perang Mut’ah. Perang ini salah satu perang paling berat karena jumlah pasukan Romawi 200 ribu pasukan sedangkan pasukan muslim hanya 3 ribu pasukan. Melihat hal tersebut lantas tidak membuat pasukan muslim mundur dan bergeming, apalagi peperangan tersebut dipimpin oleh Zaid bin Haritsah.

Ketika Perang Mut’ah berlangsung, Rasulullah yang duduk di mimbar tiba-tiba mata beliau berkaca-kaca. Tergambar di mata beliau begitu sengitnya pertempuran tersebut, sehingga beliau menceritakan bahwa Zaid dengan gagah berani maju ke tengah pasukan musuh tanpa gentar sedikitpun. Satu tangannya mengayunkan pedangnya ke kiri dan ke kanan, sementara yang lain memegang bendera Islam.

Pasukan Romawi yang melihat Zaid lengah dalam pertempuran menikamnya dengan tombak dari belakang hingga akhirnya meregang nyawa sambil memegang bendera Islam. Rasulullah kemudian melakukan sholat  ghaib untuk Zaid. Beliau juga berpesan kepada kaum muslim yang lain untuk beristigfar atas berpulangnya Zaid kepada Allah.

Baca Juga: Kisah Zubbair Bin Awwam, Sang Pembela Rasulullah

Semoga kisah Zaid bin Haritsah ini mampu menjadi pelecut hati kita untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Aamiin

Komentar

Postingan Populer

8 Pintu Surga Memanggil Abu Bakar

Setiap orang tahu, kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Walaupun.. tidak setiap orang menyadarinya. Akhir hayat yang indah selalu jadi dambaan. Walaupun.. yang mendambakan kadang tidak mengusahakan. Dan kita semua menginginkan surge. Tahukah Anda bagaimana gambaran surga itu? Surga selalu jadi cerita indah. Penghuninya duduk-duduk di dipan bertahtakan emas. Bertelekan berpandangan dengan kekasih. Mereka dilayani anak-anak muda; membawa gelas, cerek, dan minuman dari sungai-sungainya. Buah-buahannya landai mendekat. Daging-daging jadi hidangan lezat untuk disantap. Kekasih mereka adalah bidadari yang terjaga. Bagaikan intan dan mutiara. Usia bidadari itu sebaya dan penuh cinta. Di dunia manusia lelah dengan pertengkaran dan keributan. Alangkah damainya surga, karena para penghuninya tidak pernah mendengar ucapan yang sia-sia. Tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Di surga, ada pohon bidara tak berduri. Dan pohon pisang yang buahnya tersusun rapi. Ada naungan yang terbentang lua...

Wong Fei Hung Pahlawan Muslim Dari Uyghur China

WONG FEI HUNG ( MUSLIM UIGHUR ) Hanya 20 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, umat Islam tiba di Uighur, Xinjiang, perbatasan Cina, 3.000 km jauhnya dari Mekah. Kaisar Tang, Cina, menawarkan perdamaian, ditandai dengan diterimanya utusan, sahabat Nabi, Saad bin Abi Waqqash ra di pusat kerajaan Cina. Uighur bergabung dalam daulah Islam di masa Utsman bin Affan ra., dari Uighur inilah teknologi kertas pindah dari Cina ke negeri muslim, sehingga dimulailah penyusunan mushaf Quran Utsmani. Selama 1.400 tahun Uighur tetap menjadi negeri muslim, walaupun pernah dikuasai Mongol di abad 13 M, bahkan di era imperialis Eropa yang menjajah Cina, para jago kungfu Uighur, Xinjiang ikut terlibat dalam perlawanan mengusir penjajah Eropa, salah satunya dalam tragedi the Boxer, dimana banyak jagoan kungfu Uighur menghabisi tentara gabungan Inggris-Eropa di kota-kota Cina tahun 1900an. Ketika Mao komunis terusir dari kota-kota Cina tahun 1940an, ia lari ke Xinjiang, menumpang hidup di wilayah Uighur. ...

KEBERKAHAN DARI PENGUASA YANG ADIL

Suatu masa sebelum diutusnya Nabi SAW, salah seorang Kisra (Raja) Persia yang adil bijaksana sedang berburu di hutan belantara. Karena asyiknya mengejar buruan, sang Raja terpisah dari pasukannya, padahal saat itu hujan mulai turun. Ia melihat sebuah gubug sederhana dan minta ijin berteduh, yang segera saja diijinkan. Penghuni gubug itu, seorang wanita tua dan anak gadisnya tidak mengenal sang raja karena saat itu tidak memakai pakaian kebesarannya. Di salah satu sudut gubug itu ada seekor lembu, sang gadis memerah susunya dan memperoleh hasil yang melimpah (banyak sekali), untuk menjamu tamunya tersebut. Sang Raja minum dan ia langsung merasakan kesegarannya. Melihat keadaan itu, terbersit dalam hati sang Raja untuk menerapkan aturan pemungutan cukai (pajak) bagi pemilik lembu. Hal itu akan menjadi sumber pemasukan (PAD) yang sangat lumayan bagi kerajaan. Ketika malam menjelang, sang gadis akan memerah susu lembu seperti biasanya, tetapi ia tidak mendapatkan setetespun, maka ia berser...

Kabar Duka Datang dari Rocky Gerung saat Jadi Narasumber ILC TVOne

Kabar Duka Datang dari Rocky Gerung saat Jadi Narasumber ILC TVOne... Pengamat politik, Rocky Gerung, menjadi satu di antara narasumber program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne edisi, Selasa 29 Januari 2019 malam, yang mengangkat tema "Ustadz Ba'asyir: Bebaaas...Tidaak". Kali ini Rocky Gerung tidak hadir langsung di meja ILC TVOne, melainkan via video call. Baca selengkapnya >>>

Kisah Pohon Sahabi Sahabat Yang Menaungi Nabi Muhammad SAW

Sebuah pohon besar nan rimbun berdiri tegak di tengah hamparan gurun pasir di Yordania. Pohon ini bukanlah pohon biasa. Pohon ini dahulu menjadi saksi dan bukti kenabian Muhammad Saw. Di bawah pohon inilah dahulu Nabi Muhammad Saw. pernah berteduh dalam perjalanan niaganya ke Syam. Pohon itu dikenal dengan nama Pohon Sahabi. Pohon ini ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Ammen, Yordania. Pangeran asal Yordania ini menemukan kisah mengenai pohon rindang di tengah gurun itu setelah dirinya mempelajari beberapa catatan dan naskah kuno. Dalam naskah-naskah lama tersebut disebutkan ada sebuah pohon yang terletak di tengah-tengah gurun. Setelah dilakukan penelusuran, yang juga turut dihadiri oleh mufti agung Suriah bernama Syeikh Ahmad Hassoun, dipastikan bahwa pohon yang diceritakan itu tak lain adalah pohon Sahabi. Pohon ini berdiri kokoh sendirian di tengah padang pasir, dimana bahkan di sekelilingnya tak ditumbuhi rumput sedikit pun juga. Selain itu, keistimewaan lainn...

Kisah Nabi Shaleh as - Dengan Unta Ajaib

Nabi Shaleh as hidup diantara kaum Tsamud yang gemar menyembah berhala. Beliau diutus oleh Allah SWT untuk menydarkan mereka menuju jalan kebenaran. Kaum Tsamud tinggal di daerah yang dulu pernah ditempati oleh kaum 'Ad. Hal itulah yang membuat mereka juga memiliki keahlian bertani dan membuat bangunan yang indah seperti kaum 'Ad. Mereka berlaku sombong dan menolak ajakan Nabi Shaleh as untuk menyembah Allah SWT. Kaum Tsamud beranggapan bahwa kepintaran dan hasil pertanian yang berlimpah, mereka peroleh dari berhala-berhala yang mereka sembah. "Wahai Shaleh, janganlah engkau melarang kami untuk menyembah berhala. Dan kalau engkau seorang nabi, tunjukkanlah mukjizat dari Tuhanmu agar kami percaya, "kata pemimpin kaum Tsamud. Karena merasab ditantang seperti itu, Nabi Shaleh as lantas berdoa kepada Allah SWT agar diberi mukjizat. Dan Allah SWT mengabulkan doa tersebut. Ketika Nabi Shaleh as memukul-mukulkan tangannya ke atas batu, muncullah seekor unta yang gemuk dan se...

Godaan Iblis Ketika Manusia Tidur

Manusia harus tidur agar bisa beribadah kepada Allah SWT. Selain tidur, manusia juga harus makan dan minum agar tubuh kuat menggerakkan kakinya untuk menuju ke rumah Allah. Ketahuilah bahwa Iblis itu paling suka dengan teramat sangat dengan manusia yang suka memperpanjang tidurnya. Kenapa? Ya karena memang misi sejati Iblis adalah untuk menyesatkan manusia. Apa saja yang dilakukan iblis ketika manusi tidur? Berikut Kisahnya

Kesialan Abu Jahal Berdasarkan Hadits

Siapa Bu Jahal yang dimaksud di sini? Abu Jahal adalah paman dari Nabi Muhammad SAW. Abu Hurairah r.a menceritakan bahwa Abu Jahal bertanya, "Apakah Muhammad menyujudkan wajahnya di tanah?" Para sahabat menjawab, "ya." Abu Jahal berkata lagi, "Demi Latta dan Uzz, jika aku melihat Muhammad melakukan itu, sungguh aku akan menginjak lehernya." Abu Jahal mendatangi Rasulullah SAW yang saat itu sedang salat untuk menginjak leher Beliau. Belum sempat mendekati Rasulullah SAW, Abu Jahal mundur dan memangku dua tangannya. Kemudian para sahabat bertanya, "Apa yang terjadi padamu?" Abu Jahal menjawab, "Tiba-tiba saja diantara aku dan dia ada parit api, sesuatu yang sangat mengerikan dan sayap-sayap." Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Kalau dia mendekatiku, niscaya malaikat akan menyambar anggota tubuhnya satu demi satu." (HR. Muslim).

20 Kata Mutiara KH. Maimoen Zubair

20 KATA MUTIARA HIKMAH KH. MAIMUN ZUBAIR: 1. Wong Yahudi iku biyen gelem mulang angger dibayar, tapi akehe kiyai saiki ngalor ngidul karo rokoan ora gelem mulang nak ora dibayar, gelem mulang angger dibayar. (Orang Yahudi dulu mau mengajar kalau dikasih uang, tetapi kebanyakan kyai sekarang mondar-mandir sambil rokoan tidak mau mengajar kalau tidak dikasih uang). 2. Wong neng dunyo iku ono bungahe lan ono susahe, kabeh iku supoyo biso dadek’ake parek marang Allah, Tapi nak neng akhirat nak susah susah tok rupane nang neroko, tapi nak seneng yo seneng tok rupane neng suargo (Orang di dunia itu ada yang senang dan ada yang susah. Semua itu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah, tetapi kalau di akhirat susah terus yaitu ketika di Neraka, dan senang terus ketika di Surga). 3. Kanggone wong islam nak susah yo disabari nak bungah disyukuri. (Untuk orang Islam ketika susah disabari dan ketika senang disyukuri). 4. Apik-apik’e dunyo iku nalikone pisah antarane apik lan olo. ...

3 Tanda-tanda Hari Kiamat dari HR Bukhari

Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan datang hari kiamat, sampai kalian berperang melawan bangsa asing Khauzan dan Karman. Rajah mereka merah, hidung pesek, mata sipit, wajah tebal seperti martil dan sepatu mereka dari bulu." (HR. Bukhari). Dalam riwayat lain dari 'Amr bin Taglhlib dikatakan, "wajah mereka lebar." Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan datang hari kiamat sampai keluar api dari Bumi Hijaz yang menerangi unta di Bashrah." (HR. Bukhari dan Muslim).